PELANGI


231701840m.jpg

Di suatu masa warna-warna dunia mulai
bertengkar. semua menganggap dirinya
adalah yang terbaik, yang paling
penting, yang paling bermanfaat dan yang
paling disukai.

HIJAU berkata, “akulah yang terpenting.
aku adalah petanda kehidupan dan
harapan. aku dipilih untuk mewarnai
rumput, pepohon dan dedaun. tanpa aku,
semua haiwan akan mati. lihatlah ke
pedalaman itu, aku adalah warna yang
menghiasi kawasan itu”

BIRU menyampuk, “kamu hanya berfikir
tentang bumi, pertimbangkanlah langit
dan lautan yang luas. air lah yang
menjadi dasar kehidupan dan awan
mengambil kekuatan dari kedamaian dan
ketenangan. tanpa kedamaian, kami semua
tidak akan menjadi apa-apa”

KUNING pula bersuara, “kenapa kamu semua
kelihatan benar-benar srius? aku membawa
tawa, kesenangan dan kehangatan bagi
dunia. matahari berwarna kuning, dan
bintang-bintang berwarna kuning. setiap
kali kau melihat bunga matahari, seluruh
dunia akan tersenyum. tanpa aku, dunia
tidak akan ada kesenangan.”

OREN menyusul, “aku adalah warna
kesihatan dan kekuatan. aku
jarang-jarang kelihatan, tetapi aku
berharga kerana aku mengisi keperluan
kehidupan manusia. aku membawa
vitamin-vitamin penting. aku tidak ada
di mana-mana setiap saat, tetapi aku
mengisi lazuardi di saat fajar atau saat
matahari terbenam. keindahanku begitu
menakjubkan sehingga tak seorangpun dari
kalian akan terdetik di fikiran orang.”

MERAH tidak boleh berdiam lebih lama dan
berteriak, “aku adalah pemimpin! aku
adalah darah-darah kehidupan! aku adalah
warna bahaya dan keberanian! aku berani
untuk bertempur demi satu kuasa. aku
membawa api ke dalam darah. tanpa aku,
bumi akan kosong laksana bulan. aku
adalah warna hasrat dan cinta, mawar
merah, dan bunga poppy.”

UNGU bangkit dan berdiri
setinggi-tingginya ia mampu. ia memang
tinggi dan berbicara dengan keangkuhan,
“aku adalah warna kerajaan dan
kekuasaan. raja, pemimpin memilih aku
sebagai petanda kekuasaan dan
kebijaksanaan. tidak seorangpun
menentangku. mereka mendengarkan dan
menuruti kehendakku.”

akhirnya BIRU GELAP berbicara perlahan
dari yang lainnya, namun dengan kekuatan
niat yang sama,”fikirkanlah tentang aku.
aku warna diam. kalian jarang
memerhatikan aku. namun tanpaku kalian
semua menjadi dangkal! aku
mempersembahkan pemikiran dan refleksi,
matahari terbenam dan kedalaman laut.
kalian memerlukan aku untuk keseimbangan
dan perbezaan, untuk doa dan
ketenteraman batin.”

semua warna terus menyombongkan diri,
masing2 yakin akan kepentingan dirinya.
perdebatan mereka menjadi semakin keras.
tiba-tiba, sinar halilintar melintas
membutakan. guruh menggegar. hujan mulai
turun. warna-warna terkedu bersama
ketakutan, berdekatan satu sama lain
mencari ketenangan.

di tengah suara gemuruh, hujan
berbicara, “hai warna-warna yang tolol,
kalian bertengkar satu sama lain,
masing2 ingin mendominasi yang lain.
tidakkah kalian tahu bahawa kalian
masing2 diciptakan utk tujuan khusus,
unik dan berbeza? berpegangan tanganlah
dan dekatlah padaku!”

menurut perintah, mereka pun mendekati
hujan…yang kemudiannya berkata,

“mulai sekarang, setiap kali hujan
turun, masing2 dari kalian akan
membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai memperingatkan
bahawa kalian semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian. pelangi adalah harapan
untuk hari esok.”

jadi, setiap kali hujan deras turun
membasahi dunia, dan saat pelangi
memunculkan diri di angkasa, marilah
kita mengingat utk selalu MENGHARGAI
SATU SAMA LAIN. MASING2 KITA MEMPUNYAI
KELEBIHAN YANG UNIK UTK MEMBUAT
PERUBAHAN DI DUNIA DAN SAAT KITA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: