RIJAL TELAH HILANG


32082655112051m1.jpg

Setiap hari bingkisan dari syurga tiba
Mengulangi tentang rindunya pada
kuntuman rijal
Mengapa kuntum mekar tidak lagi
menghiasi taman?
Di dunia kelopak demi kelopak layu
berguguran
Dimamah deretan anai-anai tribulasi
zaman
Setiap dekad belum lagi menjadi piala
perjuangan
Sebaliknya menjadi takungan air mata
Yang mengalir di pipi perlahan melihat
satu demi satu
Bolos pada jaring-jaring robek dimakan
tikus
Lukah yang ditanam selama ini tidak
lagi seperti semalam
Jerat yang dipasang juga tidak bingkas
Setiap kali pulang hanya diburu
kesepian
Di tengah hiruk pikuk mertua dan anak-
anak

Dunia semakin tenat
Tetapi sepatu rijal belum lagi
kedengaran
Pulang membawa pesanan yang dikirim
Umat masih tertinggung di tangga
Dengan dua tangan bertupang dagu
Mengintai andainya kelihatan
Langkah pulang seorang rijal

Taman syurga semakin riuh dengan
bisikan malaikat
Bisikan ingin tahu yang sungguh-sungguh
Siapakah tetamu syurga esok hari
Kerana hari ini dunia mengiklankan
kehilangannya
Di sana-sini pada dinding dan tembok
tembok
Terpampang pemidang jelas
Bagi siapa yang melintasi dan
menatapinya

‘RIJAL TELAH HILANG’

3 Responses

  1. ni pun karya sendiri jugak?..mabruk…mabrukk

  2. ukhti ummi yg dikasihi, sy xde sehebat tu utk menghasilkan karya ni.semua artikel dan karya ni, sy re-published dari sumber2 yg didapati setelah ditapis.karya sy cuma dlm ruangan ‘my story’

  3. best..
    mmg semakin hilang ditelan zaman…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: