Salam Lebaran

Assalamualaikum.

Salam lebaran kepada sahabat2 sekalian dan para tetamu.

Semoga Aidilfitri kali ini membawa seribu makna kepada kita semua.

nature2vj5.jpg

Fasting Six Days of the Month of Shawwal

view056.jpg

In the Name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.All praise and thanks are due to Allah, and peace and blessings be upon His Messenger.


Dear sister in Islam, it gives us pleasure to receive your question and to see the Muslim youth are interested in knowing the teachings of Islam, which Allah has chosen for His servants as a way of life. According to the Qur’an, a true Muslim should refer to scholars to get himself well-acquainted with the sound image of Islam.
In his response to your question, Dr. Muzammil Siddiqi, President of the Fiqh Council of North America, states the following:

Fasting six days of the month of Shawwal is mentioned in a Prophetic hadith. The Prophet (peace and blessings be upon him) is reported to have said:

“Whosoever fasted in Ramadan and then followed up with six fasting days of Shawwal, it is like fasting every day.” (Muslim)

The meaning is that the reward is like the reward of a person who is always in fast every day of his/her life.

It is highly recommended to fast six days of the month of Shawwal, but it is not obligatory. Those who want to fast can fast after `Eid Al-Fitr any six days during Shawwal.

It is not required to fast six days continuously without any interruption. One can fast according to convenience any time during the month.

(the short article above are the answer for sis Amina from United States on her question:

What is the significance of fasting in the month of Shawwal?

this article is taken from http://www.islamonline.net/servlet/Satellite?pagename=IslamOnline-English-Ask_Scholar/FatwaE/FatwaE&cid=1119503543124

EID SONG

pr00064.jpg

Let us rejoice indeed
For this is the day of Eid


La ilaha illallah
Muhammad rasulallah
La ilaha illallah
Muhammad rasulallah
‘Alayhi salatullah
‘Alayhi salatullah

Children are wearing new clothes
Bright colours fill the streets
Their faces full of laughter
Their pockets full of sweets
Let us rejoice indeed
For this is the day of Eid

Mosques are full of worshippers
in rows straight and neat
Their Lord they remember, His name they repeat
Their hands are raised to the sky
They supplicate and plead
On this blessed day
Forgive us they entreat
Let us rejoice indeed
For this is the day of Eid

People are giving charity
And helping those in need
In giving they’re competing
Today there is no greed
Let us rejoice indeed
For this is the day of Eid

Enemies embracing each other
All hatred is buried
Everyone is celebrating
Greeting everyone they meet
Let us rejoice indeed
For this is the day of Eid
 

BY

sami yusof

Tangisi pemergian Ramadhan

121886326m.jpg

Adakah kita termasuk yang merindukan kehadiran bulan Ramadhan, saudaraku?Jika ya, inilah keindahan bulan yang kita sangat rindukan itu sedang bersama kita. Inilah detik demi detik waktu, kita lalubersamanya. Inilah masa-masa bahagia , masa-masa semakin dekatnya jiwa bersama Allah, masa-masa kedamaian, hal yang belum tentu kita temui saat ia tidak bersama kita lagi. Saudaraku,
Hirup lah dalam-dalam udara malam-malam nya. Hiruplah dalam-dalam udara sahurnya. Kita kini sedang berada pada hari-hari perpisahan yang sangat memilukan.
Perpisahan dengan bulan mulia yang telah hadir bersama seluruh keindahan dan keistimewaannya bersama kita. Perpisahan dengan bulan terindu yangkeutamaannya tak dapat dikalahkan oleh apapun yang terindah dalam hidup.Jika Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa melakukan satu ibadah sunnah dalam bulan Ramadhan, maka ia seperti orang yang melakukan ibadah wajib di bulan selain Ramadhan. Dan barang siapa yang melakukan ibadah wajib di bulan Ramadhan maka ia seperti orang yang melaksanakan 70 ibadah wajib di selain bulan Ramadhan”. (HR Ibnu Khuzaimah).  

Maka, berpisah dengan bulan ini berarti kita meninggalkan kesempatan meraih pahala kebaikan yang berlipat-lipat. 

 Jika Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembi raan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu dengan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)..  

Maka, perpisahan dengan bulan ini, bererti terlewatn ya dua momentum kegembiraan di kala buka puasa itu. Jika Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa yang berpuasa kerana keimanan dan semata-mata mengharap pahala, nescaya diampuni dosanya yang telah lalu.
 (HR. AlBukhari dan Muslim).


Maka, perpisahan dengan bulan ini adalah hilangnya kesempatan kita untuk memperoleh ampunan Allah SWT terhadap dosa-dos a kita yang menggunung.
Saudaraku,
Jika Rasululah SAW bersabda, “Barang siapa yang menunaikan qiyamullail pada bulan Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan pahala, nescaya akan diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim
 

Maka usainya kebersamaan kita dengan bulan Ramadhan adalah lenyapnya kesempatan kita untuk menunaikan sholat malam dengan jaminan pahala ampunan atas dosa dan kekhilafan, yang kita sudah tenggelam di dalamnya. Jika Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang solat tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala solat semalam suntuk (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah)  

Lalu bagaimana dengan kualitas ibadah solat tarawih yang sudah kita lakukan? Perpisahan dengan bulanSuci ini, berarti juga kita akan kehilangan pahala solat tarawih. Kehilangan pahala semalam suntuk.

Saudaraku,
Jika para salafushalih, selama bulan ini berlumba-lumba memperbanyak membaca AlQur’an.
Malaikat Jibril memperdengarkan AlQuran kepada Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan. Utsman bin Affanmengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan. Sebahagian salafushalih mengkhatamkan Al- Qur’an dalam solat tarawih setiap tiga malam sekali, tujuh malam sekali dan sepuluh malam sekali. Mereka selalu membaca AlQur’an baik di dalam solat maupun di luar solat. Jika Imam Asy-Syafi’i dapat mengkhatamkan Al- Qur’an sebanyak enam puluh kali di luar solat dalam bulan Ramadhan.
Sementa ra Al-Aswad mengkhatamkannya setiap dua hari sekali. Qatadah selalu mengkhatam kannya setiap tujuh hari sekali di luar Ramadhan, sedangkan pada bulan Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap tiga hari sekali. Dan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan ia mengkhatamkann ya setiap malam. Pada bulan Ramadhan Imam Az-Zuhri menutup majlis-ma jlis hadith dan majlis-majlis ilmu yang biasa diisinya. Ia mengkhususkan diri membaca Al-Quran dari mushaf. Dan Imam Ats Tsauri, beliau meninggalkan ibadah-ibadah lain dan mengkhususkan diri untuk membaca Al-Quran.
Sau daraku,
Jika mereka demikian tinggi semangat dan mujahadahnya (kesungguhannya) membaca Al-Qur’an di bulan ini. Bagaimana dengan ibadah membaca Al Qur’an yang kita lakukan? Bila Ramadhan berlalu, berarti kita pun kehilangan kesempatan agung untuk memperoleh barakah istimewa dari membaca Al Quran di bulan ini…

Jika Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 1-3). 

 Dan jika Rasulullah SAW senantiasa mencari malam Lailatul Qadr dan memerintahkan sahabat untuk mencarinya. Beliau membangunkan keluarganya pada malam sepuluh terakhir dengan harapan mendapat malam Lailatul Qadr.  

Jika dalam Musnad Ahmad dari Ubadah, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang bangun sebagai usaha untuk mendapat malam Lailatul Qadr, lalu ia benar-benar mendapatkannya, nescaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.”
Jika kaum salaf dari kalangan sahabat dan tabiin mandi dan memakai minyak wangi pada sepuluh malam terakhir untuk mencari malam Lailatul Qadr, malam yang telah dimuliakan dan diangkat derajatnya oleh Allah. Maka perginya bulan ini dari sisi kita, berarti terlewatnya kesempatan yang tak pernah terbayar dalam seluruh hidup kita sekalipun. Bererti, lenyapnya kesempatan kita memperoleh keuntungan 1000 bulan yang sangat jauh lebih daripada usia kita sendiri.Saudaraku,
Jangan sia-siakan detik detik perpisahan ini. Rasakan benar-benar kehadiran kita di sini, di bulan ini.

Lantunkan dzikir, tilawah Al Qur’an, munajat, permohonan ampun di sini. Buang kepenatan, hilang kan rasa lelah, dan paksalah diri ini. Hanya untuk hari-hari terakhir menjelang perpisahan dengan bulan penuh kemuliaan. Kejarlah segala yang terluput dari diri kita pada malam Lailatul Qadr. Sekarang, saudaraku. Jangan tunda lagi.Dan, menangislah. Kerana kita pun harus
berpisah dengan bulan ini…

Sumber: Beranda.blogsome.com