Memori Ramadhan: Biar erat jangan dilepaskan


Dedikasi puisi ini buat seorang teman yang sudah pergi menemui Ilahi. Sekadar memenuhi permintaan beliau sendiri agar aku menciptakan puisi buatnya pada 5 Ramadhan kira-kira tiga tahun yang lepas.  Al-fatihah, semoga rohnya tenang di sana, dalam limpahan barakah Ramadhan.

Image

Dulu

Di gegarisan perjuangan

Engkau di hadapan

Membimbingku menelan pahitnya ujian

Ketika hambarnya dunia di fikiran

Kita saling menguatkan

Rahsia kita jadi ikatan

Engkau menghulurkan tangan

Dan tangan kita pantas berpautan

Biar erat jangan dilepaskan

Kini

Engkau tetap di hadapan

Menghulurkan tangan

Namun takdir memisahkan

Dimensi kita nyata berlainan

Tidak bisa sudah kita berpautan

Kelak

Akan ku capaimu di tangan

Tika saat Hari Pengadilan

Semoga kita saling berpautan

Dibangkitkan sebagai teman

Bersahabat dan berjuang kerana cinta Tuhan

Biar erat jangan dilepaskan

-Memori 5 Ramadhan 1430H-

2 Responses

  1. puisi utk aku naim…nak2 ..^^

    btw, kata2 smngt yg sgt menarik.. indeed.

    • mau ka hg dgr puisi ak hehe,,,puisi ak bukan yg jenis berkualiti pun, main sedap taram ja, boleh pening2 lalat kot sapa yg bc,hehe Dulu arwah k.z selalu commented on my poem post….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: