WAHAI UMAT QURAN

‘Aqidah dan Wijhah hidupmu menyuruh engkau tampil ke depan, mengkutbahkan, “Suara Langit” di bumi. Isilah fungsimu dengan kegiatan dan kesungguhan; jalankan Amanat ini dengan segala kepenuhan dan ketekunan. Dunia dan Kemanusiaan menunggu pimpinan dan bimbinganmu. Bumi menantikan “Cahaya Langit” yang mampu menyapu kegelapan. Jaga dan peliharalah jangan sampai “jambatan” ini runtuh, agar hubungan bumi dengan langit tidak patah atau terputus.

(1) Qum, Faanzir !
Bangkit dan berdirilah, susun barisan dan kekuatan,barisan dan kesatuan umat!
Canangkan seruan dan ancaman. Seruan kebenaran dan ancaman kebinasaan jika menolak atau menentang kebenaran. Gemakan sentiasa Kalam Ilahi, kumandangkan selalu suara dan seruan kebenaran. Sampai peringatan ini ke kuping segala Insan! Gempitakan kepada dunia dan kepada manusia ajaran agama Tauhid, ajaran Cita dan Cinta.

(2) Worabbaka fakabbir
Besarkan Tuhanmu, di atas segala!
Tiada kebenaran yang menyamai KebesaranNya. Tiada kekuasaan yang menyamai KekuasaanNya. Tiada urusan atau kepentingan yang lebih dan urusan dan kepentingan menjalankan perintahNya. Kecil semuanya dihadapan Allahu Akbar. Fana, lenyap dan binasa segala dalam ke BaqaanNya. Tiada ketakutan selain dan lazab, siksaNya yang akan menimpa. Tiada harapan selain dan ke RidhaanNya belaka. Tiada kesulitan apabila ruh telah bersambung dengan Maha Kebesaran dan Maha Kekuasaan Tuhan yang Tunggal itu.

(3) Wathiabaka fathahhir!
Bersihkanlah dirimu, lahir dan batinmu!
Hanya dengan kesucian ruh jua Amanah dan Risalah ini dapat engkau jalankan. Risalah dan Amanah ini adalah suci. Dia tidak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, jiwa yang berlumur dosa dan noda. Hanyalah dengan kesucian ruh engkau dapat memikul tugas dan beban berat ini. Sucikanlah dirimu, lahir dan batin, baru engkau ajar manusai menempuh tugas dan beban berat ini.
Thahirum muthahir suci dan mensucikan, itulah peribadi Mukmin yang sejati. Tangan yang berlumur darah maksiat tidak mungkin akan berbuat khairat kepada dunia dan manusia. Jiwa yang kotor dan penuh dosa tidak mungkin akan memberikan isi dan erti dunia dan manusia.

(4) Warrujza fahjur !
Jauhilah maksiat, singkiri mungkarat!
Dosa itu akan menodai dirimu, akan menghitamkan wajah riwayatmu. Engkau tidak akan sanggup menghadap, jika mukamu tebal dan hitam dengan dosa dan maksiat, Namamu akan cemar dihadapan Rabbi, kalau laranganNya tidak engkau singkiri dan jauhi. Bersihkanlah keluargamu, jiran dan tetanggamu, masyarakat bangsamu daripada maksiat dan mungkarat dan dosa dan noda. Bangsa dan Negaramu akan karam-tenggelam dalam lembab kehancuran dan kebinasaan, jikalau maksiat dan mungkarat telah menjadi pakaiannya. Makruf yang harus tegak dan mungkar yang harus roboh, adalah program perjuanganmu. A1-Haq yang mesti dimenangi dan bathil yang harus dibinasakan, adalah acara dan jihadmu.

(5) Wala tumnun tastakthir’
Janganlah engkau memberi kerana harapkan balasan yang banyak!
Jalankan tugas ini tanpa mengharapkan balasan dan ganjaran dan manusia. Menjalankan tugas adalah berbakti dan mengabdi, tidak mengharapkan balasan dan pujian, keuntungan benda dan material. Kekayaan manusia tidak cukup untuk “membalas” jasamu yang tidak ternilai itu. Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini akan kering dan ketiadaan Iman, kepercayaan dan pegangan? Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini lenyap ditelan kesepian, tiada suluh dan pelita? Bukankah tanpa engkau, hidup ini akan kerdil; hidup kehampaan dan segala kehampaan, kerana tiada Iman dan Agama? Kalau tidak adalah “penyuluh-penyuluh” baru datang ke dunia seperti engkau, alam ini seluruhnya akan tenggelam dalam kegelapan, kesepian dan kehampaan. Jalankan tugas ini kerana hanya mengharapkan ke Ridhaan Tuhanmu jua.

(6) Walirabbika fasybir !
Kerana Tuhanmu, hendaklah engkau sabar!
Lakukanlah tugas dan kewajipan ini dengan segala kesabaran dan ketahanan.
Sabar menerima musyibah yang menimpa, ujian dan percubaan yang datang silih berganti. Sabar menahan dan mengendalikan diri, menunggu pohon yang engkau tanam itu berpucuk dan berbuah. Tidak putus asa dan hilang harapan atau kecewa melihat hasil yang ada kerana tidak seimbang dengan kegiatan dan pengorbanan yang diberikan. Hanya Ummat yang sabar yang akan mendapat kejayaan sejati dan kemenangan hakiki. Hanya Ummat yang sabar yang akan sampai kepada tujuan.

Haza dzikrun!
Inilah enam peringatan dan enam arahan!
Untuk Mujahid Dakwah. Syahibud Dakwah, si Tukang Seru. Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini lenyap ditelan kesepian, tiada suluh dan pelita? Bukankah tanpa engkau, hidup ini akan kerdil; hidup kehampaan dan segala kehampaan, kerana tiada Iman dan Agama?
Kalau tidak adalah “penyuluh-penyuluh” baru datang kedunia seperti engkau, alam ini seluruhnya akan tenggelam dalam kegelapan, kesepian dan kehampaan. Jalankan tugas ini kerana hanya mengharapkan ke Ridhaan Tuhanmu jua.

Dipetik daripada buku usrah dan dakwah: Hassan albanna

http://ustazfadhil.blogspot.com/

Surat Cinta dari manusia malam

thumb_dua_102.jpg

Message: Ditujukan kepada :
Insan yang tersia-sia malamnya

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Wahai orang-orang yang terpejam matanya,

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu.Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami sibuk di sepertiga terakhir.

Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahsianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu

bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari syurga.

Wahai orang-orang yang terlelap,

Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat tenaga cahaya yang tersembunyi
di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta.
Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja dibalik selimutmu yang demikian hangatnya.  Aduhai kau sangat menikmatinya.Wahai orang-orang yang terlena,

Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena
oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu!! Kami adalah para perindu kamar di syurga. Tak
pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya di syurga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan solat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.” Sudahkah kau dengar tadi? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan solat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,

Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist.Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah
kau? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu
untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan solat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? Pedulikah kau pada keluargamu? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling
dekat denganmu, keluargamu?

Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, “Nuruddin itu sudah
asyik dengan solat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.” Kemenangan demi kemenangan aku
raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru.
 Kata mereka, “Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan kerana pasukannya yang banyak. Tetapi lebih kerana dia mempunyai rahsia bersama Tuhan.” Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah kerana do’a dan solat-solat
malamku yang penuh kekhusyu’an.
Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Isteriku tercinta, Khatun binti Atabik. Dia adalah istri solehah di mataku, terlebih di mata Allah. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.

Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.

Astaghfirullaah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan
mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di
sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai,

Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqsa, rumah Allah yang diberkati.Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Shalahuddin Al-Ayyubi.

Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga solat berjama’ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al- Qur’an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan
nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya
 Wahai orang-orang yang masih saja
terlena,
Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan solat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan- Nya. Jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,

Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Solat Istisqa yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atha’ As-Sulami, Tsabit Al- Bunani. Solat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang
kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini? Solat demi solat Istisqa didirikan, namun hujan tak kunjung datang. Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku,
Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian
usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk solat Istisqa sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah solat, dengan penuh kekhusyu’an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo’a :
“Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba- Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak
mengurangi sedikit pun kekuasaan-Mu. Apakah ini kerana apa yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang?Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya.” Lalu apa gerangan yang terjadi? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do’a seorang pelayan ini. Do’aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya. Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terhairan dan kau pasti juga hairan bukan? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa kerana do’aku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan
tangisan dan taqarrub pada-Nya.

 Wahai orang-orang yang masih saja
terpejam,
Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. “Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku boleh menciptakan berbagai karya yang banyak?Bila aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku?” Lalu kujelaskan padanya, “Jika aku mengantuk, maka aku hentikan solatku dan aku bersandar pada buku- bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan
ibadahku.” Aku tahu kau pasti berfikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sihatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau boleh menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda,

Begitu kuatkah syaitan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu! Dia
lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, “Hai manusia, engkau masih punya malam panjang, kerana itu tidurlah!.”

Hei, sedarlah, sedarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya! Syaitan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya.

Sebutlah nama Allah, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, solatlah, solat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu. Wahai orang-orang yang masih terlelap,
Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? Masihkah? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera,
mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat? Tidakkah kau tahu, bahwa Allah turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, “Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan,siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.”

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,

Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada ertinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya.
Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau
menginginkan kehidupan sesungguhnya? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan
cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta
kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Allah mempertemukan kita di
sana, di syurga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar.Semoga…

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh,

Manusia-Manusia Malam

Semoga kisah orang-orang besar itu
menjadi penyemangat kita untuk
mengikuti jejak
MEREKA

Demi jiwaku yang berada di dalam genggamanNya

32082655112051m.jpg

Saudaraku……

aku menyeru kepadamu agar kita tidak
luPa dan alpa akan tanggungjawab kita
yang sebenar-benarnya dan yang
terutama iaitu kepada ALLAH RASULNYA
DAN JIHAD

.9:24. Katakanlah: “jika bapa-bapa,
anak-anak, saudara-saudara, isteri-
isteri, kaum keluargamu, harta
kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri
kerugiannya, dan tempat tinggal yang
kamu sukai, adalah lebih kamu cintai
dari Allah dan Rasul-Nya dan dari
berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah
sampai Allah mendatangkan keputusan-
Nya.”
Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang fasik.
61:10. Hai orang-orang yang beriman,
sukakah kamu aku tunjukkan suatu
perniagaan yang dapat menyelamatkanmu
dari azab yang pedih?
61:11. (yaitu) kamu beriman kepada
Allah dan RasulNya dan berjihad di
jalan Allah dengan harta dan jiwamu.
Itulah yang lebih baik bagimu, jika
kamu mengetahui.


JANGAN KAU TERTIPU SAUDARAKU,,,,,,,,,

Janganlah kau tertipu dengan selain
dari itu, kau pandulah semangatmu pada
jalan yang betul…
SAUDARAKU…….

ada matlamat yang lebih penting lagi,
janganlah kita sibukkan kita dengan
hal-hal yang remeh temeh saudaraku,

kau tahu saudaraku bahawa NASIB
SAUDARA-SAUDARAMU perlu dan
WAJIB!!!!!! DIBELA

49:10. Orang-orang beriman itu
sesungguhnya bersaudara. Sebab itu
damaikanlah (perbaikilah hubungan)
antara kedua saudaramu itu dan
takutlah terhadap Allah, supaya kamu
mendapat rahmat.

DIMANA DIRIMU!!!!! DIMANA!!!!

 tatkala
umat islam yang lainnya sibuk dengan
hal menyelamatkan maruahnya, AGAMA
mereka ,AGAMAMU juga, lalu dimana
dirimu saudaraku dimana!!!!!
saudaraku,,,,,,

mungkin dikau merasakan hal yang dikau
persoalkan dan perselisihkan itu
penting, namun bagi mereka yang
berilmu mungkin itu hanya sia-sia.

HADIS 12
عَنْ أَبِي هُرَیْرَةَ رَضِىَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ
الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم : (( مِنْ حُسْ ن
إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْآُهُ مَا لاَ یَعْنِيْهِ)) حدیث حسن
رواه الترمذي وغيره هكذا.
Daripada Abu Hurairah r.a beliau
berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:
Sebahagian daripada keelokan seorang
mukmin ialah meninggalkan apa yang
tidak berfaedah baginya.
Hadis ini Hadis Hasan, diriwayatkan
oleh al-Tarmizi dan lain-lain
sedemikian.

hadis 9 عَنْ أَبِي هُرَیْرَةَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِىَ الله
عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى ا لله
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ یَقُوْلُ : (( مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ
فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا
اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا
أَهْلَكَ الَّذِیْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ آَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ
وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ )) رواه البخاري
ومسلم.

Daripada Abu Hurairah Abdul Rahman ibn
Sokhrin r.a. beliau berkata: Aku telah
mendengar
Rasulullah SAW bersabda:
Apa-apa yang aku larang kamu
melakukannya, maka hendaklah kamu
menjauhinya, dan apa-apa yang
aku perintahkan kamu melakukannya,
maka lakukanlah seberapa daya kamu.
Sesungguhnya umat yang
terdahulu daripada kamu telah binasa
lantaran banyak persoalan dan banyak
perselisihan mereka
terhadap Nabi-nabi mereka.
Hadis riwayat al-lmam al-Bukhari dan
Muslim.

WAHAI SAUDARAKU,

janganlah dikau hilang arah tujumu
untuk ISLAM akan kerana tipu daya
syaitan, sesungguhnya syaitan itu
dapat memandangmu dan menipudayamu
dari arah yang tidak engkau ketahui
sepertimana IBU dan BAPA kita (ADAM
A.S dan HAWA) diperdaya oleh mereka.

7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-
kali kamu dapat ditipu oleh syaitan
sebagaimana ia telah mengeluarkan
kedua ibu bapamu dari surga, ia
menanggalkan dari keduanya pakaiannya
untuk memperlihatkan kepada
keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia
dan pengikut-pengikutnya melihat kamu
dan suatu tempat yang kamu tidak bisa
melihat mereka. Sesungguhnya Kami
telah menjadikan syaitan-syaitan itu
pemimpin-pemimpim bagi orang-orang
yang tidak beriman.



SAUDARAKU…..

kembalilah kepada sunnah rasulmu,
telusurilah jalan da’wah baginda
dengan sebenar-benarnya, janganlah kau
tertipu dengan semangatmu yang kau
pandu dengan nafsu semata-mata. Jangan
dikau terpedaya dengan hamasah
jama’iyyah semata-mata kerana itu
bakal merosakkan jiwamu.
SAUDARAKU…..

sedarlah akan dikau bahawa nasib ummat
islam sehingga kiti masih tidak
dibela, lalu, DIMANAKAH DIRIMU?
DIMANAKAH ISLAM YANG KAU LAUNGKAN? ,
kerana dikau terlalu sibuk akan
perkara dan hal-hal yang tidak sama-
sekali membina iman, kau tertipu
dengan hal-hal yang sama-sekali tidak
membela nasib ummat islam.
WAHAI SAUDARAKU,,,,,,

kuseru kepadamu, bangkitlah bangunlah
dan binalah generasi ummat yang
berakhlak generasi sahabat RASULULLAH
S.A.W. Binalah imanmu, tanamkanlah
semangat jihad, cinta akan rasul dan
takut akan ALLAH.

KEMBALILAH , KEMBALILAH DAN KEMBALILAH
SAUDARAKU.

3:104. Dan hendaklah ada di antara
kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
ma’ruf dan mencegah dari yang munkar
[217]; merekalah orang-orang yang
beruntung.
3:110. Kamu adalah umat yang terbaik
yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma’ruf, dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman
kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi
mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah
orang-orang yang fasik.


WALLAHUA’LAM……

Ukhwah Islami

MUQADDIMAH

Konsep Ukhwah Islamiyyah ialah persaudaraan atau kasih saying yang bermatlamatkan mardhatillah yang mana ianya merupakan kurniaan atau pemberian daripada Allah swt. Dia melontarkannya kepada hati-hati hambaNya yang ikhlas dan suci. Firman Allah swt yang bermaksud:“Dan Dialah yang menyatukan di antara hati mereka (yang beriman). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu padukan di antara hati-hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatupadukan di antara (hati) mereka. Seungguhnya Ia Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (Al Anfaal ayat 63)

KEWAJIPAN DAN TANGGUNGJAWAB UKHUWWAH (PERSAUDARAAN):

Ukhuwwah atau persaudaraan di dalam Islam merupakan jalinan yang menghubungkan sebahagian dengan sebahagian Umat Islam yang lain. Ia merupakan ikatan rabbani – ikatan yang diikuti di atas dasar ketaatan kepada Allah – yang mengikat hati-hati mereka dan ia merupakan jalinan yang mendekatkan mereka kepada Allah s.w.t. Ukhuwwah merupakan ikatan keimanan yang paling kukuh sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi s.a.w:“Sekuat-kuat ikatan iman ialah cinta dan berkasih-sayang kerana Allah dan marah juga kerana Allah”. (Hadis riwayat Imam Ahmad).Di dalam ajaran Islam persaudaraan adalah satu tonggak yang menjadi tunjang kepada pembinaan sebuah masyarakat Islam yang kukuh dan sendi yang menghubungkan anggota masyarakat.Harakah Islamiah sangatlah memerlukan agar ikatan persaudaraan yang dianjurkan oleh Islam ini diperkukuhkan sehingga ia menjadi seolah-olah satu bangunan yang tersusun rapi, satu anggota memperkuat satu anggota yang lain. Ianya seumpama satu jasad yang apabila satu daripada anggota jasad itu merasai sakit, maka seluruh anggota yang lain akan turut menanggung penderitaannya.Bagi memastikan hak-hak dan kewajipan ukhuwwah ini dilaksanakan dengan sempurna dan berperanan dalam pembangunan jamaah, Islam telah menjelaskan cara-cara bagaimana hak-hak dan kewajipan tersebut dilaksanakan secara amali dengan memberi penekanan bahawa ia adalah satu tanggungjawab yang mesti dilaksanakan bukan sekadar ucapan di bibir atau teori semata-mata.

1. Ukhuwwah (yang terjalin di antara seorang mukmin dengan seorang mukmin yang lain) mestilah menjadi hubungan yang membawa mereka kepada ketaatan kepada Allah sebagai membenarkan sabda Rasulullah s.a.w yang menyatakan:Sesiapa yang Allah ingin kurniakan kebaikan kepadanya nescaya Allah mengurniakan kepadanya seorang teman setia yang salih, jika sekiranya dia terlupa (lalai) dia menolong memberi peringatan dan apabila (temannya itu) memperingatkannya ia akan menolongnya”.Teman setia yang baik seperti inilah yang dimaksudkan oleh Sayidina Umar bin Al-Khattab r.a yang mengatakan:“Engkau mestilah mencari saudara-saudara yang jujur dan hiduplah di kalangan mereka kerana mereka itu adalah perhiasan di waktu senang dan bekalan di waktu kesusahan”.


2. Di sudut kejiwaan pula, ukhuwwah merupakan satu keperluan kerjasama, turut merasai keperluan-keperluan saudara-saudara yang lain dan berusaha memenuhi keperluan tersebut sebagai menyahut tuntutan sabda Rasulullah s.a.w:“Jika sekiranya seorang dari kamu berjalan bersama saudaranya dengan tujuan memenuhi keperluannya (dan baginda menunjukkan isyarat dengan jari-jari baginda) amalan itu lebih utama dari dia beriktikaf selama dua bulan di dalam masjidku ini”. (Hadis riwayat Al-Hakim dan dia mengatakan bahawa sanad-sanadnya sahih).

3. Persaudaraan juga adalah kerjasama di bidang kebendaan sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w:“Sesiapa yang melapangkan seorang muslim dari satu kesusahan dunia nescaya Allah melapangkan untuknya satu dari kesusahan di akhirat. Sesiapa yang memudahkan seseorang yang berada di dalam kesusahan nescaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat dan sesiapa yang menyembunyikan rahsia seorang muslim nescaya Allah akan memelihara rahsianya di dunia dan di akhirat. Dan Allah sentiasa menolong seseorang hamba selama ia menolong saudaranya”.

4. Ukhuwwah adalah tanggungjawab kemasyarakatan yang merangkumi kewajipan-kewajipan yang ringkas. Sehubungan dengan perkara ini Rasulullah s.a.w bersabda:Hak seseorang Muslim ke atas seorang muslim yang lain ada enam perkara: (1) Apabila engkau bertemu dengannya hendaklah engkau memberi salam, (2) Apabila dia menjemputmu maka penuhilah jemputannya itu, (3) Apabila dia meminta nasihat hendaklah engkau memberi nasihat kepadanya, (4) Apabila dia bersin dan bertahmid maka hendaklah engkau lengkapkan dengan bertasymit, (5) Apabila dia sakit hendaklah engkau menziarahinya dan (6) Apabila dia meninggal dunia hendaklah engkau mengiringi jenazahnya”. (Hadis riwayat Muslim).

5. Ukhuwwah juga bererti kemesraan, kasih-sayang dan saling bantu-membantu. Berhubung dengan perkara ini Rasulullah s.a.w bersabda:“Janganlah kamu saling memutuskan hubungan silaturahim, janganlah kamu saling belakang-membelakangi, janganlah kamu saling benci-membenci dan janganlah kamu saling hasad dengki. (Sebaliknya) jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang Muslim itu memulaukan saudaranya (yang mukmin) melebihi tiga hari”. (Hadis riwayat Imam Malik, Bukhari, Abu Daud, Tirmizi dan Nasaie).Rasulullah s.a.w juga bersabda:“Janganlah kamu memandang rendah terhadap sesuatu kebaikan, walaupun dengan cara bermanis muka ketika bertemu saudaramu (kerana itu juga satu kebaikan)”. (Hadis riwayat Muslim).Rasulullah s.a.w juga bersabda:
“Setiap perkara kebaikan adalah sedekah. Sesungguhnya di antara perkara mitu ialah bermanis muka ketika bertemu saudaramu dan menolong memenuhi bejana saudaramu dengair”. (Hadis riwayat ).
Rasulullah s.a.w juga bersabda:
“Hendaklah kamu saling memberi hadiah kerananya kamu saling berkasih-sayang dan akan jauhlah permusuhan”. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

6. Ukhuwwah menurut ajaran Islam ialah keghairahan dan setia kerana Rasulullah s.a.w bersabda:“Sesiapa yang mempertahankan maruah kehormatan saudaranya nescaya Allah akan menjaga wajahnya dari seksaan api neraka di hari kiamat”. (Hadis riwayat Tirmizi).Baginda juga bersabda:“Doa seorang saudara kepada saudaranya yang lain (sedangkan saudaranya itu tidak mengetahui doa tersebut) adalah doa yang pasti diperkenankan, di sisinya terdapat malaikat yang ditugaskan di mana setiap kali ia mendoakan kebaikan atau keselamatan untuk saudaranya, malaikat yang ditugaskan itu berkata: Amin dan bagimu seperti itu juga”. (Hadis riwayat Muslim).